Internasional

India Akui Alami Kekalahan Udara dari Pakistan

KETIKKABAR.com – Untuk pertama kalinya, seorang pejabat tinggi militer India secara terbuka mengakui bahwa negaranya menderita kerugian udara dalam konflik bersenjata terbaru dengan Pakistan.

Pengakuan ini datang langsung dari Kepala Staf Pertahanan India, Jenderal Anil Chauhan, yang menyebut kerugian itu sebagai momen pembelajaran militer.

“Yang penting adalah mengapa kerugian ini terjadi, dan apa yang akan kami lakukan setelah itu,” ujar Chauhan kepada kantor berita Reuters, Sabtu (1/6/2025), di sela forum keamanan Shangri-La Dialogue di Singapura.

Konflik antara dua kekuatan nuklir tersebut berlangsung selama empat hari pada bulan Mei, terburuk sejak Perang Kargil 1999 dan berakhir dengan gencatan senjata pada 10 Mei.

Lebih dari 70 orang dari kedua pihak dilaporkan tewas akibat serangan rudal, drone, dan artileri. Namun, versi korban dari masing-masing negara tetap saling bertentangan.

India mengklaim telah membunuh lebih dari 100 “teroris” dalam serangan presisi terhadap kamp-kamp militan di dalam wilayah Pakistan. Sebaliknya, Pakistan menyatakan lebih dari 30 warga sipil mereka tewas akibat serangan India.

BACA JUGA:
Serangan Udara Militer Nigeria Hantam Pasar di Yobe, 200 Sipil Tewas

Di sisi lain, hampir dua lusin warga sipil India juga kehilangan nyawa, sebagian besar di wilayah Kashmir yang dikelola New Delhi.

Pemicu konflik adalah serangan mematikan terhadap rombongan wisatawan di Pahalgam, Kashmir, pada 22 April, yang menewaskan 26 orang, hampir semuanya wisatawan sipil.

India menuding Pakistan berada di balik aksi kelompok bersenjata pelaku serangan. Islamabad tegas membantah tuduhan tersebut.

Dalam konflik udara yang terjadi, Pakistan mengklaim telah menembak jatuh lima jet tempur India, termasuk tiga unit Rafale kebanggaan militer India. Namun, Jenderal Chauhan membantah klaim tersebut.

“Itu benar-benar tidak benar,” ujarnya, meski dia mengakui bahwa setidaknya satu pesawat India memang jatuh.

“Bukan soal jet-nya yang jatuh, tapi mengapa pesawat itu bisa jatuh. Itu yang lebih penting untuk kami pelajari,” katanya kepada Bloomberg TV.

Setelah kerugian di awal konflik, India mengklaim telah mengubah strategi dan berhasil menguasai langit dengan melancarkan serangan balasan yang menghantam pangkalan udara Pakistan.

BACA JUGA:
Perundingan Islamabad Berakhir Buntu, Delegasi Iran dan AS Tinggalkan Pakistan

“Kami kembali pada tanggal 7, 8, dan 10 Mei dalam jumlah besar, menyerang jauh ke dalam wilayah Pakistan, menembus semua pertahanan udaranya, dan melakukan serangan presisi tanpa mengalami kerugian,” klaim Chauhan.

Baca Juga: Elon Musk Pamit dari Gedung Putih dengan Mata Lebam, Isu Narkoba Mencuat!

Pemerintah Pakistan membantah mengalami kerugian besar dalam serangan tersebut, meski mengakui adanya beberapa serangan terhadap pangkalan udara mereka.

Meski gencatan senjata sudah diberlakukan, India menegaskan akan tetap bersikap “tegas dan tepat” jika kembali terjadi serangan dari wilayah Pakistan.

“Hal ini menciptakan dinamika tersendiri bagi angkatan bersenjata kami. Kami harus siap setiap saat,” kata Chauhan.

Terkait hubungan erat Pakistan dengan China, Chauhan menegaskan tidak ada indikasi dukungan aktif dari Beijing selama konflik. Ia juga menepis kemungkinan keterlibatan intelijen China.

“Tidak ada aktivitas militer yang tidak biasa di perbatasan utara kami. Dan soal citra satelit, sekarang bisa diperoleh secara komersial, baik dari China maupun negara lain,” tandasnya.

TERKAIT LAINNYA