Daerah

Operasi Tambang PT Gag Nikel Dihentikan, 900 Pekerja Dirumahkan

KETIKKABAR.com  – Aktivitas tambang PT Gag Nikel di Pulau Gag, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat Daya, resmi dihentikan sementara sejak Kamis (5/6/2025). Penghentian ini membuat sekitar 900 pekerja kehilangan aktivitas harian, termasuk warga lokal yang bergantung pada perusahaan tambang tersebut.

Keputusan penghentian diambil sebagai bentuk penghormatan terhadap arahan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, sambil menunggu petunjuk teknis lebih lanjut dari pemerintah pusat.

“Seluruh kegiatan pertambangan di konsesi Front Qatar kami hentikan sementara waktu. Saat ini kami hanya melakukan pemantauan dan monitoring rutin,” ujar Ahmad Hasan, pegawai bagian quality control PT Gag Nikel, Minggu (8/6/2025).

Ahmad menjelaskan bahwa Front Qatar merupakan area aktif tambang milik perusahaan. Meski operasional terhenti, perusahaan tetap menjalankan kewajiban pemantauan dan menjaga lingkungan.

BACA JUGA:
Pemerintah Aceh Besar Pertahankan WTP 14 Kali Beruntun

Warga Kehilangan Mata Pencaharian

Warga Kampung Gag, Waju Husein, menyampaikan bahwa keberadaan PT Gag Nikel selama ini memberikan dampak besar bagi ekonomi masyarakat lokal.

“Hampir semua warga kampung bekerja di sana. Sekarang aktivitas dihentikan, kami kehilangan sumber penghasilan utama,” katanya.

Waju berharap pemerintah segera memberi kejelasan agar masyarakat bisa kembali bekerja. “Kami butuh kepastian agar bisa memenuhi kebutuhan hidup,” ujarnya.

Komitmen Lingkungan dan Reklamasi

PT Gag Nikel, yang mulai beroperasi sejak 2018 (sebelumnya bernama Pasifik Nikel sejak 1980), dikenal memiliki komitmen terhadap lingkungan. Menurut Ahmad, setelah proses tambang selesai, material non-ore ditata ulang, tanah ditabur, dan penanaman kembali (reklamasi) dilakukan sesuai standar.

BACA JUGA:
Sekda Aceh Apresiasi Peluncuran Buku ‘Polda Aceh Meutuah’

“Kami juga membuat kolam endapan dan saluran khusus agar limbah dan limpasan air tambang tidak langsung mencemari laut atau sungai,” jelas Ahmad.

Hingga 2025, perusahaan telah membuka sekitar 100 hektar hutan, dan sekitar 50-60 hektar lahan berhasil direklamasi dan kembali hijau.[]

TERKAIT LAINNYA