KETIKKABAR.com – Pengamat politik Rocky Gerung menyebut Partai Solidaritas Indonesia (PSI) telah bergeser jauh dari idealismenya di awal berdiri, dan kini berubah menjadi partai oligarki yang disiapkan khusus bagi mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Hal itu disampaikannya dalam tayangan video di kanal YouTube Rocky Gerung Official, Senin (9/6), merespons sinyal kuat Jokowi yang akan bergabung ke PSI—partai yang kini dipimpin putra bungsunya, Kaesang Pangarep.
“PSI yang dulu dibentuk atas semangat solidaritas, keadilan, dan kebebasan manusia, sekarang menjadi kendaraan politik oligarki,” ujar Rocky.
Rocky mengaku dirinya terlibat langsung dalam proses awal pembentukan PSI. Ia bahkan sempat memberikan ceramah dan menulis di jurnal internal partai.
“Saya ikut menulis, mungkin yang pertama kali menjelaskan apa arti solidaritas, bunga mawar merah, dan sistem partai,” kenangnya.
Baca Juga: Ganjar Bilang Pertemuan Megawati-Prabowo di Harlah Pancasila Biasa Saja, tapi Simbol Kebersamaan
Namun, idealisme itu menurut Rocky telah runtuh. PSI kini berubah menjadi partai eksklusif dengan basis finansial dari kelompok oligarki dan dikendalikan oleh lingkaran dalam Jokowi.
“Dari awal saya menduga PSI disiapkan untuk kalangan pendukung Jokowi. Jadi kalau sekarang Jokowi mau masuk, itu masuk akal,” tegasnya.
Lebih jauh, Rocky memprediksi Jokowi akan mengambil posisi strategis seperti Ketua Dewan Pembina PSI, sementara Kaesang tetap sebagai Ketua Umum dan Gibran Rakabuming Raka ikut memperkuat “poros dinasti”.
“Masuknya Jokowi ke PSI adalah manuver politik untuk menstarter kembali pengaruhnya, apalagi menjelang Pemilu 2029,” kata Rocky.
Menurutnya, langkah Jokowi ini merupakan bentuk percikan baru dalam peta politik nasional. Ia menyebut publik seharusnya tidak terkejut, sebab PSI memang dari awal “disediakan untuk Jokowi, dari Jokowi, dan oleh orang-orang Jokowi.”[]











