Internasional

Trump Kerahkan Garda Nasional, Los Angeles Memanas

KETIKKABAR.com – Ketegangan meningkat tajam di pusat kota Los Angeles pada Minggu waktu setempat setelah Presiden Donald Trump mengerahkan ratusan pasukan Garda Nasional untuk meredam gelombang protes terhadap operasi penggerebekan imigrasi oleh pemerintah federal.

Sejak pagi, ribuan pengunjuk rasa turun ke jalan, memblokir Jalan Bebas Hambatan 101, melemparkan batu ke arah aparat, dan membakar setidaknya empat mobil self-driving milik perusahaan Waymo.

Situasi berubah kacau ketika aparat menanggapi dengan tembakan gas air mata, peluru karet, dan granat kejut. Ledakan flash-bang terdengar hampir setiap beberapa detik hingga malam.

“Apa yang kita lihat di Los Angeles adalah kekacauan yang disebabkan oleh pemerintahan. Ini bukan soal keselamatan publik,” ujar Wali Kota Karen Bass dalam konferensi pers, dikutip dari Associated Press.

Pasukan Garda Nasional terlihat berjaga di luar Pusat Penahanan Metropolitan, lengkap dengan senjata dan perisai anti huru-hara. Sementara itu, para demonstran meneriakkan “malu!” dan “pulanglah!” saat gas air mata ditembakkan ke arah mereka.

BACA JUGA:
Update Gempa Venezuela: 188 Orang Tewas, Ribuan Luka-luka

Sebagian pengunjuk rasa bahkan membangun barikade dari kursi taman dan melempari aparat dari seberang jalan.

“Kami tidak takut. Yang takut adalah mereka yang menyembunyikan ketidakadilan di balik seragam,” ujar salah satu demonstran yang menolak disebutkan namanya.

Baca Juga: Elon Musk Pamit dari Gedung Putih dengan Mata Lebam, Isu Narkoba Mencuat!

Di sisi lain, Presiden Trump membela keputusannya saat berbicara kepada wartawan sebelum menaiki Air Force One di New Jersey.

“Ada orang-orang yang kejam di Los Angeles, dan mereka tidak akan lolos begitu saja. Akan ada hukum dan ketertiban yang sangat kuat,” tegasnya.

Trump menggunakan ketentuan hukum yang memungkinkan pengerahan militer federal tanpa izin gubernur. Ia berjanji akan “mengerahkan pasukan di mana pun” untuk mencegah apa yang ia sebut “kehancuran seperti di era Biden”.

Gubernur California Gavin Newsom langsung mengecam langkah itu lewat surat terbuka kepada Gedung Putih.

“Ini adalah pelanggaran serius terhadap kedaulatan negara bagian. Tidak pernah dalam sejarah modern Garda Nasional dikerahkan tanpa permintaan gubernur,” tulisnya.

BACA JUGA:
Serangan Drone Besar-besaran Guncang Israel Utara, Fasilitas Militer di Haifa Rusak

Gedung Putih membalas kritik itu melalui juru bicara Abigail Jackson:

“Newsom berbohong besar. Klaim bahwa tidak ada masalah di LA sebelum Presiden Trump bertindak adalah narasi palsu.”

Dalam demonstrasi hari Minggu, seorang pemimpin serikat pekerja ternama ikut ditahan. Otoritas federal melaporkan bahwa lebih dari 100 imigran telah ditangkap di wilayah LA dalam sepekan terakhir.

Mantan Wakil Presiden Kamala Harris yang kini menetap di Los Angeles menyebut tindakan Trump sebagai “agenda kejam yang disengaja untuk menebar ketakutan dan perpecahan”.

“Saya berdiri bersama mereka yang membela hak dan kebebasan dasar kita,” ucap Harris.

Aksi hari ini adalah unjuk rasa ketiga dalam tiga hari terakhir, menandai eskalasi serius dalam ketegangan antara pemerintah negara bagian California dan pemerintah federal.

Meski belum mencapai skala kerusuhan besar seperti 1992 atau 2020, kehadiran militer menunjukkan krisis ini belum akan mereda dalam waktu dekat.[]

TERKAIT LAINNYA