Internasional

Operasi Intelijen Besar-besaran: Iran Pegang Peta Nuklir Israel

KETIKKABAR.com – Ketegangan antara Iran dan Israel memasuki babak baru. Teheran mengancam akan menyerang fasilitas nuklir Israel setelah mengklaim berhasil memperoleh informasi sensitif melalui operasi intelijen besar-besaran yang melibatkan infiltrasi strategis ke jantung sistem pertahanan Israel.

Pernyataan keras disampaikan langsung oleh Komandan Garda Revolusi Iran (IRGC) Hossein Salami, yang menyebut keberhasilan operasi intelijen ini sebagai “pukulan fatal terhadap kemampuan intelijen Israel”.

“Informasi ini akan membuat rudal kami jauh lebih presisi,” ujarnya, dikutip dari Al Jazeera, Senin (9/6/2025).

Menurut Menteri Intelijen Iran, Esmaeil Khatib, badan intelijen Iran telah berhasil memperoleh ribuan dokumen rahasia milik Israel yang mencakup infrastruktur nuklir, strategi militer, hingga koordinasi intelijen dengan negara-negara Barat, khususnya Amerika Serikat.

“Ini bukan sekadar ribuan halaman, tapi harta karun intelijen yang memiliki nilai strategis, operasional, dan ilmiah,” ujar Khatib dalam siaran televisi nasional Iran, Minggu (8/6/2025).

BACA JUGA:
Ribuan Tentara Israel Gangguan Jiwa akibat Perang Gaza, Terburuk dalam Sejarah

Baca Juga: Eks Perwira AU AS: Alien Nonaktifkan 10 Rudal Nuklir, “Itu Peringatan, Bukan Serangan!”

Meski belum dirinci secara spesifik bagaimana dokumen tersebut berhasil dibawa ke Iran, Khatib menegaskan operasi ini merupakan “terobosan besar dalam sejarah intelijen Iran”.

Sementara itu, Direktur Jenderal Badan Energi Atom Internasional (IAEA), Rafael Grossi, menyatakan bahwa Iran telah menyampaikan peringatan keras. Jika Israel menyerang fasilitas nuklirnya, Iran kemungkinan akan keluar dari Perjanjian Non-Proliferasi Nuklir (NPT).

“Iran menyampaikan bahwa serangan semacam itu bisa membawa negara mereka ke ambang kehancuran,” kata Grossi kepada The Jerusalem Post. “Fasilitas mereka sangat dalam dan diperkuat. Penghancurannya akan membutuhkan kekuatan destruktif yang sangat besar.”

BACA JUGA:
AS dan Iran Dijadwalkan Kembali Gelar Perundingan Damai di Islamabad Pekan Depan

Laporan dari Wall Street Journal pada akhir Mei lalu menyebutkan bahwa Israel semakin khawatir akan adanya konsesi dari AS dalam upaya mencapai kesepakatan nuklir baru dengan Iran. Perdana Menteri Benjamin Netanyahu secara konsisten menyatakan bahwa:

“Kesepakatan yang buruk lebih berbahaya daripada tidak adanya kesepakatan sama sekali.”

Israel diyakini telah merancang serangan militer terhadap Iran awal tahun ini, namun rencana itu ditunda atas permintaan pemerintahan Trump untuk memberi ruang diplomasi.

Klaim operasi intelijen besar ini menandai babak baru dari konflik bayangan antara Iran dan Israel yang selama ini melibatkan serangan siber, operasi rahasia, dan keterlibatan kelompok proksi di kawasan Timur Tengah.[]

TERKAIT LAINNYA