Nasional

Aktivis Desak PBNU Pecat “Gus Tambang” dari Komisaris PT Gag Nikel

KETIKKABAR.com – Koordinator Aktivis Muda Masyarakat Umat (MU) Jakarta, Dewa Micko, mendesak PBNU untuk memecat Ahmad Fahrur Rozi atau yang dikenal dengan Gus Fahrur, dari jabatannya sebagai komisaris PT Gag Nikel, perusahaan tambang yang beroperasi di kawasan sensitif Raja Ampat, Papua Barat Daya.

Dewa mempertanyakan sikap PBNU yang dianggap bungkam atas dugaan kerusakan lingkungan akibat aktivitas pertambangan nikel di Pulau Gag, wilayah yang masuk kawasan UNESCO Global Geopark.

“Benar-benar aneh. PBNU selama ini diam membisu atas kerusakan lingkungan di Raja Ampat. Ternyata ada pengurusnya sendiri yang duduk manis sebagai komisaris tambang,” ujar Dewa, Senin (9/6/2025).

Menurut Dewa, posisi Gus Fahrur di perusahaan tambang tersebut mencederai citra ulama dan institusi PBNU.

BACA JUGA:
Perkuat Garda Terdepan, 1.848 Perwira Polri Baru Siap Bertugas di Kewilayahan

Ia menilai seorang pemuka agama seharusnya berperan menjaga umat dan lingkungan, bukan justru terlibat dalam bisnis yang berisiko merusak ekosistem.

“Ini bukan hanya melukai hati umat, tapi juga mempermalukan institusi PBNU,” tegasnya.

Baca juga: PBNU Bantah Tambang Nikel Rusak Raja Ampat: “Pulau Gag Bukan Kawasan Wisata!”

Dewa juga secara langsung meminta Ketua Umum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya), untuk segera memecat Gus Fahrur guna menjaga marwah organisasi dan kepercayaan publik.

“Kalau PBNU ingin tetap dipercaya sebagai penjaga moral bangsa, jangan biarkan ada petinggi yang rakus materi. Pecat Gus Tambang sekarang juga!” katanya lantang.

Nama Gus Fahrur, yang saat ini menjabat sebagai Ketua Tanfidziyah PBNU, menjadi sorotan publik sejak diketahui menduduki jabatan komisaris di PT Gag Nikel.

BACA JUGA:
Kabar Duka, Mantan Menhan Ryamizard Ryacudu Tutup Usia

Perusahaan ini menuai kritik karena aktivitas penambangan nikelnya dinilai berpotensi merusak ekologi Raja Ampat, kawasan konservasi laut yang mendunia karena kekayaan hayatinya.[]

TERKAIT LAINNYA