Daerah

Muhammadiyah Aceh Gelar Dialog Ideopolitor di Aceh Besar

KETIKKABAR.com – Dalam semangat memperkuat barisan kader dan merumuskan arah gerakan keumatan, ratusan pimpinan Muhammadiyah dan Aisyiyah dari seluruh Aceh berkumpul dalam Dialog Ideopolitor yang digelar Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Aceh.

Acara ini berlangsung sejak Jumat (27/6/2025) hingga Minggu (29/6/2025), bertempat di LPMP Aceh, Niron, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Aceh Besar.

Mewakili Pemerintah Kabupaten Aceh Besar, Asisten II Sekdakab HM. Ali, S.Sos, M.Si, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan menjadikan Aceh Besar sebagai tuan rumah forum strategis ini.

Ia menegaskan bahwa Muhammadiyah merupakan mitra pembangunan daerah yang konsisten berkontribusi dalam bidang pendidikan, sosial, dan dakwah.

“Luar biasa selama ini kontribusi Muhammadiyah bagi masyarakat kami, baik dalam pendidikan, sosial maupun keagamaan,” ungkap Ali dalam sambutannya.

Baca juga: Zikir dan Doa Iringi Tahun Baru Islam 1447 H di Aceh Besar

BACA JUGA:
Kabel Optik PLN di Ingin Jaya Dicuri, Aliran Listrik Warga Padam

Dialog yang mengusung tema “Merajut Ukhuwah, Transformasi Gerakan Kaderisasi: Penguatan Ideologi, Strategi Diaspora, dan Mewujudkan Pembawa Misi Risalah Islam Berkemajuan” ini bukan hanya sekadar forum diskusi.

Lebih dari itu, ia menjadi ruang strategis untuk konsolidasi visi dan arah gerakan di tengah tantangan zaman.

Ketua MPKSDI PW Muhammadiyah Aceh, Taufik Riswan, menyebut forum ini melibatkan pimpinan daerah Muhammadiyah-Aisyiyah, unsur pembantu pimpinan, serta pengelola amal usaha Muhammadiyah se-Aceh.

“Ideopolitor adalah ruang merumuskan respons keorganisasian terhadap isu-isu ideologis, politik, dan sosial. Ini penting agar gerakan Muhammadiyah tetap seiring sejalan, dari pusat hingga daerah,” jelas Taufik.

Mewakili Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof. Dr. H. Irwan Akib, M.Pd., membuka resmi kegiatan tersebut dengan mengingatkan esensi dasar kepemimpinan dalam tubuh Muhammadiyah.

“Siapa pun yang mengurus Muhammadiyah adalah mereka yang telah selesai dengan urusan pribadinya. Ia tidak lagi memikirkan dirinya, melainkan hidup untuk dakwah,” ujar Prof. Irwan, mengutip pesan KH Ahmad Dahlan.

BACA JUGA:
Kejari Aceh Besar Pulihkan Kerugian Negara Rp932 Juta dari Dua Perkara Korupsi

Baca juga: Tim Sepakbola Pra PORA Aceh Besar Resmi Dilepas, Abdul Muchti: kita harus juara

Ia juga menekankan pentingnya semangat ikhlas dan profesional dalam membangun jaringan dakwah, terutama di tengah tantangan dakwah modern yang kian kompleks.

Kegiatan Ideopolitor ini turut dihadiri oleh perwakilan Gubernur Aceh, Sekda Aceh, unsur Forkopimda, serta tokoh-tokoh Muhammadiyah dan Aisyiyah wilayah. Pemerintah Aceh Besar memastikan kenyamanan dan dukungan penuh selama pelaksanaan kegiatan tiga hari ini.

“Semoga selama tiga hari ke depan, para peserta bisa mengikuti kegiatan dengan khidmat dan nyaman di wilayah kami,” harap HM. Ali.

Lebih dari sekadar agenda internal, Dialog Ideopolitor ini diharapkan menjadi momen strategis untuk menyatukan kekuatan Muhammadiyah Aceh sebagai gerakan Islam yang modern, inklusif, dan responsif terhadap kebutuhan umat.[]

TERKAIT LAINNYA