Politik

Anies Kritik Absen Presiden di Forum PBB, Puan Maharani: Itu Periode yang Lalu

KETIKKABAR.com – Pernyataan mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang menyoroti minimnya kehadiran Presiden Republik Indonesia dalam forum-forum internasional, khususnya Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), menuai reaksi dari parlemen.

Ketua DPR RI Puan Maharani menegaskan bahwa kritik tersebut seharusnya diarahkan kepada pemerintahan periode sebelumnya, yakni saat Presiden Joko Widodo menjabat sebagai Presiden ke-7 RI.

“Itu kan di periode yang lalu. Saya tentu saja berharap pada Pak Presiden Prabowo, Insya Allah nantinya tentu saja beliau akan hadir pada forum-forum internasional seperti PBB,” ujar Puan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (15/7/2025).

Menurut Puan, Presiden Prabowo Subianto telah menunjukkan komitmen kuat dalam diplomasi global sejak awal masa jabatannya.

BACA JUGA:
Isu Pengambilalihan NasDem Mencuat, Bisnis Surya Paloh Disebut Jadi Pemicu

Ia mencontohkan kehadiran Prabowo dalam berbagai agenda internasional seperti pertemuan dengan Sekjen PBB, KTT G20 di Brasil, dan KTT BRICS.

“Karena kita juga melihat bahwa Presiden Prabowo kan sekarang sangat aktif di forum-forum internasional,” tambahnya.

Baca juga: Anies Kritik Presiden Indonesia yang ‘Absen’ di Forum PBB: Indonesia Seperti Warga Kampung yang Tak Pernah Hadir Rapat

Sebelumnya, Anies Baswedan menyampaikan kritik tajam terhadap absennya kepala negara Indonesia dalam berbagai ajang internasional, khususnya Sidang Umum PBB.

Kritik itu disampaikan saat menghadiri Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Gerakan Rakyat di Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (13/7).

“Kita harus selalu muncul dalam pertemuan-pertemuan global. Bapak ibu sekalian, bertahun-tahun Indonesia absen di pertemuan PBB. Kepala negara tidak muncul. Selalu Menteri Luar Negeri,” kata Anies.

BACA JUGA:
Dinilai Berlebihan, Ultah Seskab Teddy Dianggap Tak Cerminkan Kondisi Rakyat

Mantan calon presiden itu menyatakan, ketidakhadiran langsung kepala negara mencerminkan posisi pasif Indonesia di pentas global. Ia menilai hal itu merugikan posisi strategis negara dalam diplomasi internasional.

“Kalau kita tidak aktif di dunia internasional, itu seperti begini. Kita warga kampung. Ukuran kampungnya nomor empat terbesar. Ukuran rumahnya nomor empat terbesar di RT itu. Tapi kalau rapat kampung kita tidak pernah datang. Cuma kita bayar iuran jalan terus,” ujar Anies. []

TERKAIT LAINNYA