Politik

Isu Pemakzulan Gibran Mencuat, Eks Tim Mawar: Prabowo Tak Pernah Takut Ancaman

KETIKKABAR.com – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, disebut tidak gentar menghadapi berbagai bentuk ancaman, termasuk yang dikaitkan dengan mencuatnya isu pemakzulan terhadap Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Pernyataan itu disampaikan oleh mantan anggota Tim Mawar Kopassus, Fauka Noor Farid, yang menegaskan bahwa sikap Prabowo yang memilih diam dalam isu pemakzulan bukan karena takut, melainkan demi meredam potensi konflik dan manipulasi politik.

“Tidak ada yang namanya Pak Prabowo takut terhadap ancaman. Mau itu dari kelompok elit atau orang yang katanya berpengaruh, tidak akan bisa mengancam Pak Prabowo,” tegas Fauka kepada wartawan, Senin (14/7).

Fauka juga menepis anggapan bahwa sikap tenang Prabowo dilandasi utang budi atau kompromi politik.

Menurutnya, Prabowo memilih tidak merespons karena tidak ingin polemik semakin liar dan dimanfaatkan oleh elite politik tertentu, termasuk pihak asing yang tidak menginginkan kemajuan Indonesia.

BACA JUGA:
Rismon Sianipar Pertanyakan Hubungan Refly Harun dengan Dokter Tifa

“Kalau zaman Orde Baru, isu pemakzulan itu biasa. Tapi sekarang, bicara pemakzulan justru bisa dianggap ingin mengembalikan Indonesia ke masa lalu. Itu berisiko,” ujarnya.

Baca juga: Soenarko Siap Mati Lindungi Prabowo, Desak Tuntaskan Kasus Ijazah Jokowi

Fauka menjelaskan bahwa pemakzulan di era demokrasi bukanlah hal sepele. Prabowo dan Gibran adalah pasangan Presiden dan Wakil Presiden hasil pilihan langsung rakyat dalam pemilu, bukan hasil penunjukan MPR seperti pada masa Orde Baru.

Ia menegaskan, dalam sistem demokrasi saat ini, pemakzulan hanya bisa dilakukan jika ada pelanggaran berat seperti pengkhianatan terhadap negara atau tindakan kriminal luar biasa.

“Jadi bukan karena takut atau tekanan. Isu pemakzulan tidak relevan dan bisa jadi alat adu domba,” tambahnya.

BACA JUGA:
Dinilai Berlebihan, Ultah Seskab Teddy Dianggap Tak Cerminkan Kondisi Rakyat

Fauka, yang kini menjabat sebagai Direktur Eksekutif Institute Kajian Pertahanan dan Intelijen Indonesia (IKAPII), juga menyebut bahwa Prabowo memiliki Tim Khusus (Timsus) yang bertugas memantau dinamika politik dan kondisi keamanan nasional secara diam-diam.

“Pak Prabowo punya Timsus yang tidak terlihat dan tidak perlu dilantik. Tugas mereka adalah melaporkan informasi intelijen terkini soal situasi bangsa,” ungkapnya.

Dengan demikian, Fauka memastikan bahwa Prabowo berada dalam posisi siap dan waspada atas berbagai dinamika, termasuk manuver politik yang membahayakan stabilitas pemerintahan.

“Pak Prabowo tidak akan terguncang oleh ancaman terselubung. Beliau tahu kapan harus bicara, dan kapan harus bertindak,” pungkasnya. []

TERKAIT LAINNYA