Politik

Amien Rais: Prof Sofian Effendi Ditekan Kekuatan Politik Soal Pernyataan Ijazah Jokowi

KETIKKABAR.com – Ketua Majelis Syura Partai Ummat, Amien Rais, menyebut ada kekuatan politik tertentu yang menekan Prof Sofian Effendi hingga akhirnya mencabut seluruh pernyataannya terkait isu ijazah Presiden ke-7 RI, Joko Widodo.

Hal itu disampaikan Amien dalam sebuah video singkat yang diunggah di akun X pribadinya, Senin, 21 Juli 2025.

“Ada kekuatan politik tertentu yang menekan Sofian Effendi sehingga harus menarik kembali berbagai pendapat jujurnya yang disampaikan kepada Doktor Rismon Sianipar,” ujar Amien.

Amien Rais mengaku telah lama bersahabat dengan Sofian sejak masa kuliah hingga keduanya menjadi akademisi dan meraih gelar doktor.

Menurut Amien, Sofian bahkan sempat memiliki kedekatan dengan Jokowi saat menjabat sebagai Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN), namun tidak pernah menjadi pendukung fanatik Jokowi atau “Jokower”.

BACA JUGA:
Gempa Politik Hambalang: Prabowo Diam-Diam 'Akuisisi' NasDem? Surya Paloh Terpojok Eksodus Kader!

“Jadi soal isi perut Jokowi, kiranya Sofian sangat mahfum,” ucap Amien.

Baca juga: Setelah Heboh, Prof. Sofian Effendi Minta Maaf dan Cabut Klaim Ijazah Jokowi

Sebelumnya, Prof Sofian Effendi, Rektor UGM periode 2002–2007, resmi menarik seluruh pernyataannya mengenai ijazah Jokowi yang sempat viral di media sosial.

Pernyataan itu awalnya ia sampaikan dalam sebuah wawancara bersama pakar digital forensik Rismon Hasiholan Sianipar, dan ditayangkan di kanal YouTube Langkah Update pada 16 Juli 2025.

Dalam video itu, Sofian secara blak-blakan menyebut Jokowi tidak pernah menyelesaikan kuliah di Fakultas Kehutanan UGM dan tidak pernah memperoleh ijazah dari kampus tersebut. Ia bahkan menyatakan skripsi Jokowi tidak pernah diujikan karena nilai IPK-nya tidak mencukupi.

BACA JUGA:
Dinilai Berlebihan, Ultah Seskab Teddy Dianggap Tak Cerminkan Kondisi Rakyat

Namun, sehari setelah video itu ramai, Sofian mengeluarkan surat pernyataan tertanggal 17 Juli 2025, berisi permohonan maaf dan pencabutan seluruh pernyataannya.

“Saya menarik semua pernyataan saya di dalam video tersebut dan memohon agar wawancara dalam kanal YouTube tersebut ditarik dari peredaran. Saya mohon maaf setulus-tulusnya kepada semua pihak yang saya sebutkan pada wawancara tersebut,” tulis Sofian dalam suratnya.

Video tersebut kini telah dihapus dari kanal YouTube bersangkutan. Meski begitu, pernyataan Sofian sempat meluas dan menuai polemik di ruang publik.

Di tengah kontroversi ini, muncul berbagai spekulasi mengenai adanya tekanan politik yang membuat mantan Rektor UGM itu mundur dari keterangannya.[]

TERKAIT LAINNYA