NasionalPolitik

Nyarwi Ahmad: Gerakan Politik Prabowo Menjauhi Jokowi

KETIKKABAR.com – Pakar komunikasi politik Universitas Gajah Mada (UGM), Nyarwi Ahmad, mengamati adanya pergeseran politik antara Presiden Prabowo Subianto dan Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi).

Menurutnya, meskipun Prabowo secara lisan sering memuji dan menyanjung Jokowi, langkah politik yang diambilnya justru menunjukkan arah yang berbeda.

Nyarwi menjelaskan bahwa mustahil bagi Prabowo untuk secara terbuka menyatakan perbedaan pandangan dengan Jokowi. Hal ini disebabkan oleh komitmen awal Prabowo untuk melanjutkan program-program pemerintahan sebelumnya dan juga karena hubungan dekat keduanya selama ini.

Ia mencontohkan bagaimana Prabowo sering kali mengucapkan “Hidup Jokowi” dan “Terima kasih Pak Jokowi” di berbagai kesempatan.

Namun, Nyarwi menyoroti adanya kontras antara ucapan dan tindakan yang kini menjadi tren di kalangan elite politik. Ia menyebut fenomena ini sebagai “ucapan ke kanan, tapi tindakannya ke kiri.” Nyarwi menyatakan bahwa pernyataan elite politik seringkali tidak bisa ditelan mentah-mentah dan maknanya menjadi relatif.

BACA JUGA:
Sebut Ade Armando Lakukan Fitnah Keji, Pihak Jusuf Kalla Beri Peringatan Keras

Sebagai bukti dari pergeseran ini, Nyarwi menunjuk pada kebijakan Prabowo memberikan amnesti dan abolisi kepada Hasto Kristiyanto dan Tom Lembong. Kedua tokoh ini terjerat kasus hukum pada masa pemerintahan Jokowi.

Menurut Nyarwi, Jokowi sebenarnya memiliki kekuasaan untuk memantau proses hukum tersebut, dan banyak yang menudingnya menggunakan instrumen hukum untuk kepentingan politik.

Langkah Prabowo yang membebaskan kedua tokoh tersebut dianggap Nyarwi sebagai tindakan yang berlawanan dengan apa yang terjadi di era Jokowi.

Persepsi publik pun menguat bahwa Prabowo justru membersihkan “masalah” yang ditinggalkan oleh pemerintahan sebelumnya. Nyarwi menyimpulkan, dalam konteks “permainan persepsi,” langkah Prabowo ini membuatnya unggul.

Publik bahkan ada yang mengibaratkan, “Ini kok yang bikin pestanya di masa Pak Jokowi, yang cuci piring Pak Prabowo.” Bagi Nyarwi, dalam masyarakat yang makin beradab, orang yang “cuci piring” justru lebih dihormati.[]

Bea Cukai Langsa Sita 144.600 Batang Rokok Ilegal

BACA JUGA:
Pegawai Pajak Dipecat Usai Minta Presiden Mundur, Massa Buruh Desak Bongkar Skandal Perusahaan Fiktif

TERKAIT LAINNYA