KETIKKABAR.com – Presiden Prabowo Subianto telah menyelesaikan rangkaian kunjungan luar negeri selama enam hari ke empat negara, dimulai pada 19 September 2025. Kunjungan ini bertepatan dengan partisipasi beliau dalam Sidang Umum PBB ke-80.
1. Jepang: Komitmen Investasi Ratusan Triliun
Prabowo mengawali lawatan ke Jepang dengan mengunjungi Paviliun Indonesia di Expo Osaka 2025. Menurut Seskab Teddy Indra Wijaya, kunjungan singkat ini menghasilkan komitmen investasi besar, yakni sebesar $23,8 miliar AS (sekitar Rp380 triliun), berdasarkan laporan dari Menteri PPN/Kepala Bappenas.
2. Amerika Serikat: Pidato PBB dan Dukungan FIFA
Di AS, Presiden Prabowo mendapat kehormatan berpidato pada urutan ketiga di Sidang Umum PBB, setelah Brasil dan AS. Pidato tersebut mendapat apresiasi tinggi dari para pemimpin dunia, termasuk Presiden AS, PM Kanada, Raja Belanda, hingga Presiden Prancis Macron, yang memuji pidato itu sebagai “berani, tegas, dan konkret.”
Selain itu, Prabowo bertemu dengan Presiden FIFA Gianni Infantino, yang menegaskan dukungan organisasi tersebut untuk pengembangan akademi sepak bola muda di Indonesia.
3. Kanada: Kesepakatan Ekonomi Strategis
Kunjungan ke Kanada menghasilkan capaian strategis:
- Prabowo diterima langsung oleh Gubernur Jenderal Mary Simon dan bertemu dengan Perdana Menteri Mark Carney.
- Indonesia dan Kanada resmi menandatangani Indonesia-Canada Comprehensive Economic Partnership Agreement (ICA CEPA).
- Inti dari kesepakatan ini adalah penghapusan tarif untuk 90,5 persen produk-produk Indonesia oleh Kanada, yang dinilai sangat positif bagi perdagangan impor Indonesia.
4. Belanda: Pengembalian Puluhan Ribu Artefak
Lawatan ke Belanda menjadi momen istimewa. Prabowo diterima oleh Raja Willem-Alexander dan Ratu Máxima di Istana Huis ten Bosch. Pertemuan tersebut menguatkan hubungan bilateral dan menghasilkan kesepakatan penting:
- Belanda berkomitmen mengembalikan sekitar 30.000 benda dan artefak bersejarah Jawa, termasuk fosil dan dokumen, yang merupakan milik Indonesia.[]
Kisah Nandita Aprilia: Atlet Berprestasi Aceh di Kancah Dunia, Menanti Bonus PON untuk Ibunda










