Politik

Kisruh Muktamar PPP: Ketidakhadiran Tokoh Sentral Dinilai Pemicu Utama

KETIKKABAR.com – Pembukaan Muktamar X Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang digelar di kawasan Ancol, Jakarta, pada Sabtu, 28 September 2025, berakhir ricuh.

Kericuhan ini terjadi di tengah tingginya tensi politik internal yang menyelimuti jalannya forum tertinggi partai berlambang Ka’bah tersebut.

Merespons dinamika tersebut, analis komunikasi politik, Hendri Satrio (Hensat), menyatakan bahwa dirinya tidak terkejut. Menurutnya, konflik terbuka semacam ini adalah gejala umum yang kerap muncul di tubuh partai politik yang tidak memiliki tokoh sentral sebagai figur pemersatu.

“Kok enggak kaget lihat Muktamar PPP banyak dramanya. Partai tanpa tokoh sentral ya begitu,” ujar Hensat melalui akun X miliknya di Jakarta, Minggu (29/9/2025).

Meskipun demikian, Hensat menilai kondisi ini dapat dimaknai secara positif sebagai bagian dari proses demokrasi yang berjalan di lingkup internal partai.

BACA JUGA:
Buka Musrenbang RKPA 2027, Gubernur Aceh Tegaskan Urgensi Dukungan Pusat untuk Pemulihan Pascabencana

Namun, ia secara keras mengingatkan agar tidak ada pihak yang tergesa-gesa mengklaim kemenangan sebelum proses pemilihan benar-benar selesai. Klaim kemenangan sepihak sebelum adanya hasil resmi disebutnya dapat merusak partai.

“Bagus, proses demokrasi bisa berjalan mulai dari partai politik, asal enggak ada klaim menang salah satu pihak padahal pemilihan belum berjalan. Klaim sebelum pemilihan biasanya akan merusak partai,” tegas Hendri.

Situasi di Muktamar X PPP ini, lanjutnya, menjadi ujian penting bagi kepemimpinan partai dalam menjaga soliditas, memastikan forum berjalan sesuai aturan, dan mencegah perpecahan internal yang semakin dalam.[]

Muktamar X PPP Ricuh, Kursi Melayang di Tengah Ketegangan Peserta

TERKAIT LAINNYA