KETIKKABAR.com – Danone Indonesia dituntut harus bertanggung jawab kepada publik atas dugaan pembohongan terkait sumber air untuk produk air minum dalam kemasan (AMDK) merek Aqua.
Tuntutan ini muncul menyusul temuan mengejutkan dari inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.
Dalam sidak yang menyasar salah satu sumber air kemasan merek Aqua di Subang, ditemukan fakta bahwa sumber air mineral Aqua diduga berasal dari sumur bor.
Direktur Pusat Riset Politik, Hukum dan Kebijakan Indonesia (PRPHKI), Saiful Anam, mengecam temuan ini dan mendesak pertanggungjawaban perusahaan.
“Saya kira harus dipertanggungjawabkan secara hukum dan moral oleh Aqua, terlebih Aqua adalah merk yang sangat dikenal oleh publik,” tegas Saiful Anam
Menurut Anam, jika terbukti menggunakan sumber air sumur bor, Aqua telah menjadi contoh buruk. Hal ini sangat bertentangan dengan jargon Aqua yang selama ini mengklaim sumber air berasal dari pegunungan murni 100 persen.
“Sebagai merk terkenal, mestinya Aqua harus menjadi contoh baik. Bukan justru memberikan contoh yang buruk bagi pelaku bisnis lainnya dan masyarakat tentunya,” kata Dosen Pascasarjana Universitas Sahid Jakarta ini.
Atas dasar dugaan skandal pembohongan publik ini, Anam mendorong pemerintah untuk segera mengusut tuntas masalah tersebut.
“Terkait adanya pembohongan publik utamanya tidak hanya bagi Aqua tapi merk-merk lainnya yang melakukan pembohongan publik pada umumnya,” pungkasnya. []
Kapolda Aceh Terima Audiensi Kepala BI, Bahas Sinergi Pengendalian Inflasi dan Stabilitas Ekonomi


















