KETIKKABAR.com – Gerak cepat dan manuver Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa disebut telah memicu reaksi keras dan “kejang-kejang” di kalangan internal kekuasaan, menurut analisis dari Direktur ABC Riset & Consulting, Erizal.
Pandangan ini diungkapkan Erizal melalui akun media sosial pribadinya hari ini, Sabtu (1/11/2025). Menurutnya, kebijakan dan langkah yang diambil Menkeu Purbaya dianggap “di luar kebiasaan” di lingkungan pemerintahan saat ini.
Berbanding terbalik dengan reaksi internal, Erizal mencatat bahwa pihak luar kekuasaan justru menyambut baik dan mendukung penuh aksi Purbaya.
“Yang berasal dari luar kekuasaan justru happy dan mendukung penuh aksi Purbaya,” kata Erizal. Ia menilai langkah-langkah Menkeu tersebut sangat selaras dengan visi Presiden Prabowo Subianto.
Kesesuaian ini diperkuat dengan pidato Presiden Prabowo belum lama ini. Presiden dengan lantang menyatakan tidak boleh ada “pemerintah dalam pemerintah,” “mafia dalam pemerintah,” atau “orang pintar yang mengakali pemimpin politik dan rakyat” demi mencuri uang negara.
“Makanya tidak salah kalau Purbaya mengatakan bahwa apa yang dilakukannya adalah perintah langsung dari Presiden,” ujar Erizal.
Purbaya, yang baru dilantik pada 8 September 2025, sebelumnya telah menjadi sorotan publik atas langkah-langkah tegas, seperti menegaskan validitas data dana Pemerintah Daerah (Pemda) yang mengendap di bank dan secara terbuka memerangi praktik impor pakaian ilegal.
Erizal menambahkan, dukungan Presiden terhadap tindakan Menkeu Purbaya sangat jelas, mengingat Presiden Prabowo sendiri menyerang secara terang-terangan pihak di dalam pemerintahan yang berlagak berada di atas pemerintahan.
“Bahkan diksi yang dipakai tak tanggung-tanggung, yakni mafia,” tutup Erizal. []
Pertamina Siapkan Ganti Rugi dan Perbaikan Gratis Motor Terdampak Pertalite di Jatim


















