KETIKKABAR.com – Persiraja Banda Aceh harus pulang tanpa poin setelah menelan kekalahan 0–1 dari PSPS Pekanbaru dalam lanjutan Liga 2 Championship 2025/2026 di Stadion Kaharuddin Nasution.
Kekalahan ini semakin terasa pahit bagi tim Lantak Laju, yang harus bermain dengan sepuluh pemain sejak menit kelima setelah mendapat kartu merah. Gol tunggal Reyhan Firdaus pada menit ke-88 akhirnya memastikan kemenangan tuan rumah.
Persiraja langsung menghadapi kesulitan sejak menit awal, ketika salah satu pemain mereka diusir wasit pada menit kelima karena pelanggaran yang cukup keras. Keputusan ini membuat Persiraja harus bertahan hampir sepanjang laga, berusaha menahan gempuran PSPS yang terus menekan.
Meski dengan hanya sepuluh pemain, Persiraja menunjukkan semangat bertarung yang tinggi dan berhasil menjaga kedudukan tetap imbang hingga menit-menit akhir.
Namun, ketidakberuntungan datang di penghujung laga, ketika Reyhan Firdaus berhasil mencetak gol pada menit ke-88, memecah kebuntuan dan membawa PSPS meraih tiga poin penting.
Di masa tambahan waktu, Persiraja harus kehilangan satu pemain lagi setelah Aditya Angga, yang baru debut, mendapatkan kartu merah pada menit ke-90+2. Hal ini membuat Persiraja menyelesaikan pertandingan dengan hanya sembilan pemain.
Meski kalah, Akhyar Ilyas, pelatih kepala Persiraja, menyampaikan rasa kecewa terhadap beberapa keputusan wasit yang dianggap merugikan timnya, termasuk pelanggaran yang diabaikan terhadap pemain depan Persiraja.
Ia juga mengkritik fasilitas ruang ganti tim tamu yang dinilai tidak layak dan tidak mendukung jalannya pertandingan.
“Jujur, pertandingan hari ini saya pribadi juga sedikit kecewa dengan keputusan-keputusan wasit. Ruang ganti kami cukup panas seperti sauna, sudah kami laporkan dari babak pertama tapi tetap sama saat babak kedua. Saya pikir itu tidak baik untuk jalannya pertandingan,” ujar Akhyar kepada media setelah laga.
Meskipun kecewa dengan beberapa keputusan tersebut, Akhyar tetap mengapresiasi semangat dan determinasi para pemain yang meskipun bermain dengan sepuluh, bahkan sembilan pemain, terus berjuang keras hingga detik terakhir.
Miftahul Hamdi, kapten Persiraja, juga menyampaikan rasa kecewa yang mendalam atas hasil pertandingan, namun tetap memandangnya sebagai pelajaran berharga bagi timnya ke depan.
“Pertandingan sangat ketat. Dari awal kami mendapat kartu merah, jadi situasinya sulit. Tapi dengan kondisi ini kami bisa belajar. Insya Allah ke depan kami bisa bangkit dan kami meminta maaf kepada seluruh pendukung,” kata Miftahul.
Kekalahan ini menjadi kegagalan kedua tim asal Banda Aceh itu untuk menambah poin di akhir putaran pertama Liga 2 Championship 2025/2026.
Meskipun begitu, Persiraja bertekad untuk memperbaiki performa mereka di laga-laga berikutnya dan berharap dapat kembali ke jalur kemenangan.
Tim pelatih dan pemain berharap bisa melakukan evaluasi dan bangkit untuk menghadapi tantangan ke depannya.
Di sisi lain, kemenangan PSPS ini memberikan tiga poin penting di kandang mereka dan menutup putaran pertama Liga 2 dengan kemenangan.
Meski kemenangan ini terasa sedikit tercoreng dengan kartu merah yang diberikan kepada Persiraja di awal pertandingan, namun ini tetap menjadi hasil yang memuaskan bagi PSPS.
PSPS, yang tampil dominan sepanjang laga, meski kesulitan untuk menembus pertahanan Persiraja, akhirnya dapat memastikan kemenangan berkat gol Reyhan Firdaus di menit-menit akhir.
Persiraja Banda Aceh kini harus fokus memperbaiki diri dan kembali mempersiapkan diri untuk laga-laga berikutnya, sementara PSPS Pekanbaru merayakan kemenangan penting mereka di pertandingan ini. []











