KETIKKABAR.com – Serangan Israel di Lebanon kembali memicu ketegangan di kawasan setelah menewaskan tiga orang dan melukai beberapa lainnya.
Berdasarkan laporan terbaru dari Kementerian Kesehatan Lebanon, dua serangan terpisah yang terjadi pada Sabtu (8/11/2025) ini mengakibatkan dua bersaudara asal kota Shebaa yang sedang berkendara di lereng Gunung Hermon di Lebanon tenggara tewas.
Kendaraan SUV mereka terbakar setelah terkena serangan, yang juga mengakibatkan kematian kedua korban.
Militer Israel mengonfirmasi serangan di dekat Shebaa dan mengklaim bahwa kedua korban yang tewas adalah penyelundup senjata yang terkait dengan Hizbullah, kelompok militan yang berafiliasi dengan Iran.
Israel menyatakan bahwa operasi tersebut dilakukan karena penyelundupan senjata yang diduga akan digunakan oleh Hizbullah, yang dianggap oleh Israel sebagai ancaman langsung.
“Mereka terlibat dalam penyelundupan senjata yang digunakan oleh Hizbullah dan aktivitas mereka merupakan pelanggaran terang-terangan terhadap kesepahaman antara Israel dan Lebanon,” kata militer Israel dikutip dari detik.com pada minggu (9/11/2025).
Selain serangan di Shebaa, Kementerian Kesehatan Lebanon juga melaporkan adanya serangan kedua di desa Baraashit, yang terletak di selatan Lebanon, di mana satu orang tewas dan empat lainnya terluka.
Serangan Israel juga dilaporkan terjadi pada pagi hari terhadap sebuah mobil di dekat rumah sakit di Bint Jbeil, yang menyebabkan tujuh orang terluka.
Serangan-serangan ini terjadi di tengah keprihatinan internasional terhadap ketegangan yang semakin meningkat.
Uni Eropa kembali menyuarakan keprihatinannya terkait serangan Israel yang terus berlanjut, meskipun gencatan senjata antara Israel dan Lebanon telah berlangsung hampir setahun.
Juru bicara urusan luar negeri Uni Eropa, Anouar El Anouni, mengingatkan bahwa fokus semua pihak harus tertuju pada pemeliharaan gencatan senjata dan kemajuan yang telah dicapai sejauh ini.
Sementara itu, Israel berpendapat bahwa Lebanon bertindak terlalu lambat dalam melucuti senjata Hizbullah dan membiarkan kelompok tersebut terus beroperasi di wilayahnya.
Israel mengklaim bahwa mereka berhak untuk melindungi perbatasan dan warganya dari potensi serangan yang dilakukan oleh milisi Hizbullah.
Serangan Israel yang kembali mengguncang selatan Lebanon ini menunjukkan bahwa meskipun ada kesepakatan untuk gencatan senjata, ketegangan antara Israel dan Hizbullah masih sangat tinggi.[]
KPK Kapan Sikat yang Besar? Bobby Nasution Belum Juga Diperiksa dalam Kasus Suap Sumut


















