KETIKKABAR.com – Media sosial tengah diguncang oleh beredarnya video pendakwah muda asal Kediri, Gus Elham Yahya (24), yang terlihat mencium seorang anak perempuan di atas panggung dakwah.
Cuplikan itu pertama kali muncul di Instagram dan platform X, kemudian menyebar luas hingga memicu perdebatan sengit di kalangan warganet.
Banyak pengguna media sosial menilai tindakan tersebut tidak pantas dan melampaui batas etika seorang tokoh agama, apalagi dilakukan di hadapan publik.
Gerak tubuh dan gestur Gus Elham terhadap anak itu dianggap menyalahi norma kesopanan serta merusak citra dakwah.
Kolom komentar di akun media sosial Gus Elham pun kini ditutup. Langkah itu oleh sebagian pihak dianggap sebagai upaya meredam kritik, namun ada pula yang menilainya sebagai penghindaran tanggung jawab moral.
Menanggapi ramainya polemik ini, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menyampaikan sikap resmi.
Ketua PBNU, Alissa Wahid, menegaskan bahwa tindakan Gus Elham bertentangan dengan akhlakul karimah dan tidak mencerminkan dakwah Islam yang rahmatan lil ‘alamin.
“Itu menodai nilai-nilai dakwah sendiri yang seharusnya memberikan teladan melalui sikap dan lakunya kepada umat,” ujar Alissa.
PBNU juga menekankan pentingnya menjaga marwah dakwah serta perlindungan terhadap anak-anak dari segala bentuk perilaku yang mencederai kehormatan manusia.
Menurut Alissa, setiap pendakwah wajib menjadikan prinsip maqashid syariah sebagai pedoman utama dalam menyampaikan ajaran agama.
“Dakwah harus menumbuhkan kemuliaan, bukan menistakan martabat manusia,” tegasnya.
Sebagai langkah konkret, PBNU telah membentuk Satuan Tugas Penanggulangan Kekerasan di Pesantren (SAKA) untuk mencegah pelecehan dan penyalahgunaan otoritas di lingkungan pesantren maupun lembaga dakwah.[]
Menteri PPPA Kecam Keras Aksi Gus Elham: Tindakan Tak Pantas, Tak Bisa Dibenarkan!


















