KETIKKABAR.com – Ketua DPD Partai Demokrat Aceh, Muslim Saleh, menegaskan bahwa pelaksanaan Rapat Pimpinan Daerah (Rapimda) di Banda Aceh menjadi momen strategis untuk membangkitkan semangat kader dalam memperkuat konsolidasi internal partai menghadapi Pemilu 2029.
Pernyataan tersebut disampaikan usai acara Rapimda yang digelar di Hotel Kyriad Muraya, Banda Aceh, pada Sabtu (14/5/2025).
Menurut Muslim, Rapimda merupakan instruksi organisasi yang harus dilaksanakan sesuai dengan AD/ART Partai Demokrat.
“Hari ini, semangat kita adalah menjalankan perintah partai. Sesuai dengan AD/ART kita, kegiatan Rapimda ini wajib dilakukan. Ini adalah bagian dari upaya memompa semangat dan spirit Demokrat dalam rangka memperkuat konsolidasi partai,” ujarnya.
Muslim menambahkan bahwa Rapimda diadakan untuk menghimpun seluruh kader dengan tujuan utama mengembalikan kejayaan Partai Demokrat.
“Tujuan utamanya adalah untuk mengembalikan kejayaan Demokrat. Pada 2009 kita sempat turun, apalagi sekarang Ketua Umum kita sudah bergabung dalam koalisi Pak Prabowo. Tentunya, kita akan mengawal seluruh kebijakan Presiden dan Pak Prabowo,” ujarnya.
Dia berharap Partai Demokrat dapat kembali menjadi salah satu kekuatan politik yang dominan pada Pemilu 2029.
“Insya Allah, kita berharap Demokrat akan kembali menjadi partai terbaik di 2029,” ungkap Muslim.
Dalam kesempatan yang sama, Muslim juga menyampaikan bahwa momentum Rapimda dimanfaatkan untuk menjaring calon legislatif yang potensial untuk Pemilu 2024.
“Kami mulai merekrut calon legislatif, baik untuk DPR RI, DPRA, maupun DPRK. Kami sudah mengidentifikasi calon-calon potensial, termasuk di Banda Aceh,” katanya.
Muslim menyebutkan bahwa Demokrat Aceh saat ini masih mempertahankan lima kursi di DPRK Banda Aceh meskipun sempat kehilangan posisi pimpinan.
“Kami kalah itu biasa. Seperti yang dikatakan Pak Prabowo, untuk belajar mental, kita harus belajar dari kekalahan. Empat kali beliau kalah, tapi akhirnya menjadi Presiden,” tuturnya.
Rapimda kali ini juga diisi dengan evaluasi struktur partai di berbagai tingkatan, mulai dari DPC hingga tingkat gampong. Muslim menekankan pentingnya penguatan infrastruktur organisasi, termasuk keberadaan kantor partai yang permanen.
“Kegiatan ini juga sebagai evaluasi dan penguatan struktur partai, dari DPC hingga karanting. Infrastruktur yang kuat akan mendukung kelancaran kerja-kerja politik partai,” jelasnya.
Lebih lanjut, Muslim mengatakan bahwa setiap kabupaten/kota di Aceh akan melanjutkan kegiatan Rakercab dan pendidikan politik untuk memastikan mesin partai terus bergerak.
“Setelah Rapimda, setiap kabupaten akan melanjutkan kegiatan Rakercab dan pendidikan politik agar mesin partai tetap hidup. Dengan cara ini, Insya Allah Demokrat akan kembali bersaing dan kembali berjaya di Aceh,” harapnya.
Muslim juga mengingatkan seluruh kader, termasuk anggota DPRA dan DPRK, untuk lebih aktif turun ke tengah masyarakat.
“Mulailah bekerja di tengah-tengah masyarakat. Sambut konstituen, berikan yang terbaik, layani dengan baik, sehingga masyarakat akan kembali kepada Partai Demokrat,” ajaknya.
Menurutnya, kepercayaan publik terhadap Partai Demokrat di Aceh masih tetap kuat, terutama berkat figur Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
“Partai Demokrat tetap di hati rakyat Aceh, apalagi dengan Pak SBY yang dikenal sebagai tokoh perdamaian,” ujarnya.
Muslim menegaskan bahwa Partai Demokrat di Aceh memiliki tanggung jawab besar, salah satunya untuk memperjuangkan perpanjangan dana otonomi khusus dan mendukung pembangunan daerah.
“Ini menjadi salah satu fokus utama kami untuk mendukung Mualem 5 tahun ke depan, sehingga kerja-kerja politik DPRA bisa maksimal pada Pemilu 2029 nanti,” tutupnya.
[]
Bangun Soliditas, Demokrat Aceh Gelar Rapimda dengan Energi dan Optimisme Tinggi


















