Daerah

16 Kabupaten/Kota Lumpuh, Kodam IM Kerahkan Pasukan Bantu Warga Terdampak Banjir

KETIKKABAR.com – Hujan deras yang mengguyur Provinsi Aceh selama beberapa hari terakhir memicu banjir besar dan tanah longsor di sejumlah wilayah.

Sungai-sungai meluap, jembatan rusak, akses jalan tertutup material longsor, dan ribuan rumah terendam. Aktivitas masyarakat lumpuh, sementara pemerintah daerah berjibaku melakukan penanganan darurat.

Sebanyak 16 kabupaten/kota terdampak bencana hidrometeorologi ini, mulai dari Pidie, Aceh Besar, Bireuen, Aceh Tamiang, hingga Aceh Selatan. Banyak warga terpaksa mengungsi akibat terputusnya akses transportasi dan rusaknya fasilitas umum.

TNI Kerahkan 40 Prajurit Bantu Warga Aceh Tengah

Di Aceh Tengah, bencana dipicu hujan berkepanjangan yang mengguyur kawasan tinggi sejak dini hari. Kontur perbukitan yang labil tidak mampu menahan debit air, hingga sejumlah titik mengalami longsor besar. Material tanah, batu, dan lumpur menimbun badan jalan serta memasuki rumah warga di Desa Pameu.

Untuk membantu penanganan, 40 prajurit Brigif TP 90/Yudha Giri Dhanu (YGD) dan Yonif TP 854/Dharma Kersaka diterjunkan sejak Kamis (27/11/25) pagi. Mereka langsung menyebar ke lokasi terdampak untuk membuka akses yang tertutup longsor, mengevakuasi warga, serta mengamankan barang berharga yang masih dapat diselamatkan.

Proses pembukaan akses jalan menjadi prioritas. Dengan alat seadanya, prajurit bekerja berdampingan dengan warga dan relawan memindahkan batu besar dan timbunan tanah di tengah risiko longsor susulan.

BACA JUGA:
50 Pasangan Yatim Piatu di Gaza Ikuti Nikah Massal

Komandan Brigif TP 90/YGD, Kolonel Inf Hulisda Melala, memimpin langsung operasi lapangan.

“Kehadiran kami di sini adalah untuk memastikan keselamatan warga. Setiap prajurit bekerja dengan penuh tanggung jawab, karena bencana seperti ini membutuhkan respons cepat, terukur, dan terkoordinasi,” ujarnya.

Warga Desa Pameu ikut mengapresiasi kehadiran TNI yang dinilai mempercepat evakuasi dan mengurangi potensi korban jiwa.

Evakuasi Dramatis Lansia 90 Tahun di Pidie

Di Kabupaten Pidie, banjir besar menerjang Kecamatan Mutiara Timur. Air kiriman dari Sungai Tiro naik cepat dan mengisolasi permukiman warga. Salah satu momen dramatis terjadi saat Babinsa Kodim 0102/Pidie mengevakuasi Nek Jainabon, lansia 90 tahun, yang terjebak di rumahnya di Desa Jiem. Arus deras sempat menerjang tim evakuasi, namun prajurit tetap berhasil menyelamatkannya.

Danramil 24/Mutiara Timur, Kapten Inf Yunus, menyebut kondisi di lapangan sangat berbahaya.

“Arus air sangat deras dan situasi sangat sulit. Namun berkat kesigapan dan kerja keras anggota di lapangan, evakuasi terhadap warga dapat dilakukan dengan aman,” katanya.

Desa Jiem menjadi kawasan paling terdampak. Banyak warga mengungsi ke Masjid Mutiara Timur yang dijadikan posko darurat. Pemerintah mulai menyalurkan sembako, namun sejumlah desa masih lumpuh total.

BACA JUGA:
BPSDM Aceh Buka Pendaftaran Bantuan Pendidikan Mahasiswa Terdampak Bencana Hidrometeorologi

Dandim 0102/Pidie, Letkol Inf Andi Irsan, mengimbau warga tetap waspada mengingat curah hujan masih tinggi.

“Kami mengimbau seluruh warga agar tetap berhati-hati. Para Babinsa kami siagakan penuh untuk membantu masyarakat,” tegasnya.

Pangdam IM Instruksikan Kesiapsiagaan Penuh

Melihat meluasnya dampak bencana, Pangdam Iskandar Muda, Mayjen TNI Joko Hadi Susilo, menginstruksikan seluruh satuan jajaran Kodam IM meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana susulan.

TNI AD menyiapkan tambahan personel PRCPB, perahu karet, alat berat, dapur lapangan, hingga posko kesehatan.

Ia memastikan seluruh sumber daya akan dikerahkan untuk mendukung pemerintah daerah dalam penanganan darurat dan percepatan pemulihan.

“TNI hadir untuk rakyat. Kami akan terus berada di garis depan membantu pemerintah daerah dan masyarakat dalam penanganan bencana. Semoga upaya ini dapat mempercepat proses pemulihan dan mengurangi risiko bagi warga,”

Saat ini, prajurit TNI di seluruh Aceh tetap waspada dan memantau kondisi cuaca di lapangan. Kolaborasi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat diharapkan mempercepat pemulihan dan meminimalkan dampak lanjutan bagi warga.[]

Respon Cepat, Kodam Iskandar Muda Evakuasi Korban Banjir di Sembilan Kabupaten/Kota

TERKAIT LAINNYA