Nasional

Waspada! Dua Siklon Tropis Siap Hantam Indonesia, Banjir Sumatera Berpotensi Meluas

KETIKKABAR.com – Indonesia kini menghadapi potensi cuaca ekstrem dengan kehadiran dua bibit siklon tropis, yakni 91S di barat Sumatra dan 93S di selatan Nusa Tenggara Barat (NTB).

Kedua fenomena ini diprediksi akan meningkatkan potensi hujan lebat, angin kencang, hingga gelombang tinggi di sejumlah wilayah Indonesia, khususnya di Sumatera dan sekitarnya.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan bahwa keberadaan bibit siklon tropis ini dapat memperburuk kondisi banjir yang masih melanda beberapa daerah di Sumatera.

BMKG juga memperkirakan dinamika atmosfer yang aktif akan memperburuk situasi dalam beberapa hari ke depan.

Bibit Siklon Tropis 91S: Dampak Hujan Lebat di Sumatera

Bibit Siklon Tropis 91S saat ini berada di Samudra Hindia sebelah barat Provinsi Lampung. Berdasarkan analisis BMKG, siklon ini diperkirakan akan memberikan dampak tidak langsung berupa peningkatan intensitas curah hujan di sebagian wilayah Sumatera.

Wilayah yang berpotensi terdampak hujan dengan intensitas sedang hingga lebat antara lain Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Bengkulu, dan Lampung.

Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, mengimbau masyarakat untuk tetap tenang namun waspada terhadap potensi cuaca ekstrem ini.

“Masyarakat juga harus mewaspadai potensi gelombang tinggi di Samudra Hindia, mulai dari sebelah barat Nias hingga selatan Banten, serta di perairan Selat Sunda bagian selatan,” katanya di Sibolga, Sumatra Utara, beberapa waktu lalu.

BACA JUGA:
Jadwal MotoGP Prancis 2026: Marquez Berjuang dari Q1, Veda Pratama Tembus Q2

BMKG menekankan bahwa potensi 91S untuk berkembang menjadi siklon tropis yang mempengaruhi wilayah daratan seperti siklon tropis Senyar, saat ini berada dalam kategori rendah.

Meski demikian, BMKG tetap mengimbau masyarakat untuk terus memperbarui informasi cuaca dan tidak panik.

Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto, menjelaskan bahwa pergerakan 91S diperkirakan cenderung bergerak ke arah selatan hingga barat daya pada 11 Desember 2025.

“Pada 12 Desember 2025, sistem ini diperkirakan akan menjauhi wilayah Indonesia,” jelasnya.

BMKG juga bekerja sama dengan BNPB dan BPBD untuk memastikan langkah mitigasi cuaca ekstrem dapat dilakukan dengan optimal.

Andri Ramdhani, Direktur Meteorologi Publik BMKG, mengingatkan masyarakat terutama di wilayah pesisir barat-selatan Sumatera hingga Banten untuk mewaspadai hujan lebat, angin kencang, dan gelombang tinggi.

“Kolaborasi lintas sektoral sangat penting untuk memastikan sistem peringatan dini dan tindakan cepat dapat dilakukan dengan efektif,” ujar Andri.

Bibit Siklon Tropis 93S: Potensi Hujan di Nusa Tenggara

Sementara itu, bibit siklon tropis lainnya, 93S, terdeteksi di Samudra Hindia selatan Nusa Tenggara Barat (NTB).

Meski diperkirakan bergerak menjauhi wilayah Indonesia, BMKG tetap mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai dampak tidak langsung dari sistem ini, berupa hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di beberapa wilayah, termasuk Bali, NTB, dan Nusa Tenggara Timur (NTT).

BACA JUGA:
Polda Aceh Klarifikasi Penanganan Dugaan Pencemaran Nama Baik terhadap Sekda Aceh

Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, juga mengingatkan adanya potensi gelombang tinggi kategori sedang (1,25–2,5 meter) di Samudra Hindia selatan Jawa Timur hingga NTT, perairan selatan Jawa Timur, serta Selat Bali-Lombok-Alas bagian selatan.

“Potensi hujan lebat dan gelombang tinggi di perairan harus tetap kita waspadai. Ikuti informasi resmi dari BMKG dan pastikan keselamatan menjadi prioritas utama,” katanya.

Menurut BMKG, kecepatan angin maksimum di sekitar 93S saat ini mencapai 15 knot (28 km/jam), dengan tekanan minimum 1009 hPa.

Meskipun awan konvektif di sekitar 93S belum terorganisir dengan baik, proses penguatan sistem diperkirakan akan berlangsung perlahan dalam 24 jam ke depan.

Dalam 48 hingga 72 jam ke depan, sistem ini diperkirakan akan memperkuat secara bertahap, meskipun tetap bergerak menjauhi Indonesia.

BMKG mengimbau sektor pelayaran, perikanan, dan transportasi laut untuk menyesuaikan kegiatan operasional mereka dengan peringatan gelombang tinggi yang berlaku.

Pemerintah daerah melalui BPBD diminta untuk memastikan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi banjir dan gangguan cuaca lainnya.

Dengan adanya dua bibit siklon tropis ini, BMKG mengingatkan pentingnya kewaspadaan dan tindakan pencegahan di seluruh wilayah yang terdampak potensi cuaca ekstrem. []

Bupati Aceh Besar Pimpin Pengiriman 170 Ton Bantuan untuk Korban Bencana

TERKAIT LAINNYA