Internasional

Timur Tengah Memanas: Arab Saudi Beri UEA Waktu 24 Jam Angkat Kaki dari Yaman!

KETIKKABAR.com – Ketegangan diplomatik dan militer kembali menyelimuti hubungan dua sekutu Timur Tengah, Arab Saudi dan Uni Emirat Arab (UEA).

Riyadh melayangkan ultimatum keras agar pasukan UEA segera meninggalkan wilayah Yaman dalam waktu 24 jam setelah pecahnya insiden serangan udara di pelabuhan Al Mukalla.

Perselisihan ini dipicu oleh perbedaan dukungan terhadap faksi-faksi di Yaman. Arab Saudi menyatakan dukungan penuh kepada Ketua Dewan Presidensi Yaman, Rashad Al Alimi.

Sementara itu, UEA berada di belakang Dewan Transisi Selatan (Southern Transitional Council/STC) yang berambisi memerdekakan kembali wilayah Yaman Selatan.

Serangan Udara di Pelabuhan Al Mukalla

Peringatan keras dari Kementerian Pertahanan Saudi tersebut dirilis setelah angkatan udara koalisi melancarkan operasi militer yang menargetkan pengiriman logistik tempur di pelabuhan.

BACA JUGA:
Gempa M7,8 Guncang Filipina Selatan, Warga Pesisir Dievakuasi Akibat Ancaman Tsunami

Saudi mengeklaim serangan tersebut menyasar kapal-kapal yang mengangkut persenjataan dari UEA untuk mendukung faksi STC.

“Awak kedua kapal itu sengaja mematikan sistem pelacakan dan menurunkan sejumlah besar senjata serta kendaraan tempur untuk mendukung pasukan Dewan Transisi Selatan,” demikian pernyataan Kementerian Pertahanan Saudi melalui Saudi Press Agency, sebagaimana dikutip dari Reuters, Selasa, 30 Desember 2025.

Pemerintah Saudi menilai pengiriman senjata tersebut sebagai ancaman serius bagi stabilitas pemerintahan yang sah di Yaman.

“Mengingat bahaya dan eskalasi yang ditimbulkan oleh senjata-senjata ini, angkatan udara Koalisi melakukan operasi militer terbatas pagi ini yang menargetkan senjata dan kendaraan tempur yang telah diturunkan dari kedua kapal di pelabuhan Al Mukalla,” lanjut pernyataan tersebut.

BACA JUGA:
Gempa M7,8 Guncang Filipina, 17 Penerbangan di Bandara General Santos Dibatalkan

Keretakan Koalisi

Langkah agresif Riyadh ini menandai keretakan yang semakin dalam di internal koalisi militer di Yaman.

Konflik kepentingan antara visi Saudi yang menginginkan Yaman tetap bersatu di bawah kepemimpinan Rashad Al Alimi berbenturan keras dengan kebijakan Abu Dhabi yang mendukung gerakan separatis STC.

Hingga berita ini diturunkan, pemerintah Uni Emirat Arab belum memberikan respons resmi terkait ultimatum 24 jam tersebut maupun tuduhan pengiriman senjata secara ilegal di Al Mukalla.

Situasi di lapangan kini dilaporkan dalam status siaga tinggi, mengingat kedua negara memiliki pengaruh militer yang signifikan di wilayah tersebut. []

Maut di Jalan Tol Nigeria: Mobil Anthony Joshua Hantam Truk, Dua Orang Tewas di Tempat

TERKAIT LAINNYA