KETIKKABAR.com – Satgas Penanggulangan Bencana Alam Yonif 115/Macan Leuser melakukan percepatan pemulihan fasilitas pendidikan pascabencana banjir di Kabupaten Aceh Tamiang.
Puluhan prajurit diterjunkan untuk membersihkan material sisa banjir yang merendam SD Negeri Kota Lintang, Kecamatan Kota Kuala Simpang, pada Jumat, 2 Januari 2026.
Kegiatan ini difokuskan pada pembersihan ruang kelas, halaman sekolah, hingga saluran drainase yang tersumbat lumpur tebal, potongan kayu, serta sampah yang terbawa arus. Kondisi sekolah yang memprihatinkan tersebut sebelumnya sempat melumpuhkan aktivitas belajar mengajar di sana.
Sekolah Menjadi Prioritas Utama
Komandan Yonif 115/Macan Leuser, Letkol Inf Adi Nofriadi Nata, turun langsung memantau proses pembersihan di lokasi. Ia menegaskan bahwa fasilitas publik, terutama sekolah, masuk dalam daftar prioritas utama dalam fase pemulihan pascabencana.
“Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan seluruh kegiatan pembersihan berjalan optimal. Fasilitas umum, khususnya sekolah seperti SD Negeri Kota Lintang, menjadi prioritas utama karena berkaitan langsung dengan keberlangsungan proses pendidikan anak-anak,” tegas Adi Nofriadi Nata di lokasi, Jumat.
Para prajurit bekerja menggunakan peralatan manual seperti cangkul dan sekop, dengan dukungan satu unit mobil dump truck dari BNPB untuk mempercepat pengangkutan sedimen lumpur dan sampah keluar dari area sekolah.
Misi Kemanusiaan di Wilayah Terdampak
Letkol Adi Nofriadi berharap gerak cepat ini dapat segera mengembalikan fungsi sekolah agar para siswa dapat kembali belajar dengan aman dan nyaman. Menurutnya, aksi ini merupakan komitmen TNI untuk selalu hadir di tengah kesulitan masyarakat.
“Kami berharap sekolah ini segera bersih dan dapat digunakan kembali. Ini merupakan wujud nyata kepedulian dan komitmen Yonif 115/Macan Leuser dalam membantu masyarakat, khususnya dalam percepatan pemulihan pascabencana,” ujarnya.
Pihak sekolah dan warga sekitar pun menyambut baik aksi nyata para prajurit. Mereka mengaku kesulitan membersihkan sisa banjir secara mandiri karena keterbatasan tenaga dan peralatan, mengingat tumpukan lumpur yang cukup masif di lingkungan sekolah.
Kegiatan pembersihan fasilitas pendidikan ini merupakan bagian dari rangkaian misi kemanusiaan Satgas Yonif 115/Macan Leuser di wilayah Aceh Tamiang, yang hingga kini masih terus berupaya memulihkan infrastruktur publik setelah diterjang banjir besar pada akhir tahun lalu. []
Tinjau Huntara di Aceh, Prabowo Kritik Atap Seng: Panas, Coba Pakai Bahan Lokal











