Internasional

Yaman Membara: Jet Tempur Saudi Bombardir Al-Dhale, Balasan Atas ‘Mangkirnya’ Alzubidi!

KETIKKABAR.com – Situasi di Yaman kembali membara setelah koalisi militer pimpinan Arab Saudi melancarkan serangan udara besar-besaran ke Provinsi al-Dhale pada Rabu, 7 Januari 2026.

Sedikitnya empat warga sipil dilaporkan tewas dan enam lainnya luka-luka akibat bombardir yang melibatkan belasan jet tempur tersebut.

Serangan ini menyasar titik-titik strategis di al-Dhale, yang merupakan basis sekaligus tanah kelahiran Aidaros Alzubidi, pemimpin Dewan Transisi Selatan (STC)—kelompok separatis yang selama ini menguasai wilayah selatan Yaman.

“Lebih dari 15 serangan udara menghantam target di al-Dhale, terutama rumah para pemimpin yang setia kepada Alzubidi,” ujar seorang pejabat lokal Yaman kepada AFP, Rabu. Ia meminta identitasnya dirahasiakan karena alasan keamanan.

Korban Sipil Berjatuhan

Dua sumber medis dari Rumah Sakit Al-Nasr dan Al-Tadamon di al-Dhale mengonfirmasi adanya korban jiwa dalam insiden tersebut. Menurut tim medis, sebagian besar korban adalah warga yang berada di sekitar lokasi pemukiman tokoh-tokoh loyalis STC.

BACA JUGA:
Negosiasi Terakhir Sebelum Perang! Pakistan Paksa AS-Iran Kembali ke Meja Perundingan

“Jumlah korban awal dari serangan di provinsi al-Dhale adalah empat kematian warga sipil dan enam orang luka-luka,” ujar sumber rumah sakit tersebut.

Eskalasi ini dipicu oleh kegagalan Alzubidi menghadiri pembicaraan damai yang dijadwalkan di Riyadh. Pihak koalisi berdalih serangan tersebut bersifat “terbatas” dan menuding Alzubidi telah “melarikan diri ke lokasi yang tidak diketahui”.

STC Bantah Kabar Alzubidi Melarikan Diri

Dewan Transisi Selatan (STC) bereaksi keras atas tuduhan tersebut dan mengutuk tindakan Arab Saudi. Dalam pernyataan resminya, kelompok ini menegaskan bahwa pemimpin mereka masih berada di Aden untuk menjalankan roda organisasi.

“Sementara Dewan Transisi Selatan mengutuk serangan udara yang tidak beralasan ini, kami menuntut agar otoritas Saudi segera menghentikan pemboman,” tulis pernyataan resmi STC. Mereka menambahkan, “Aidaros Alzubidi terus menjalankan tugasnya dari ibu kota selatan, Aden.”

BACA JUGA:
Trump Ancam Beri 'Masalah Besar' Jika China Nekat Pasok Senjata ke Iran

Delegasi Separatis Hilang Kontak di Riyadh

Selain gempuran udara, ketegangan makin memuncak menyusul laporan hilangnya kontak dengan delegasi STC yang dikirim ke Riyadh. Juru bicara STC, Anwar Al-Tamimi, menyatakan kekhawatirannya atas keselamatan para utusan tersebut.

“Kami telah kehilangan kontak dengan delegasi yang bepergian ke Riyadh tadi malam,” ujar Al-Tamimi. Ia mendesak otoritas Arab Saudi untuk memberikan jaminan keamanan dan transparansi mengenai keberadaan delegasi mereka. []

Lawan Operasi Militer Trump, Rusia Resmi Akui Delcy Rodriguez Sebagai Pemimpin Venezuela!

TERKAIT LAINNYA