Hukum

Roy Suryo Ngotot Ijazah Jokowi Palsu, Joman: Kalau Nggak Percaya Negara, Jangan Tiggal di Indonesia!

KETIKKABAR.com – Drama lama soal keaslian ijazah Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali mencuat ke permukaan, kali ini dibumbui dengan tudingan tajam dan sindiran panas.

Mantan Menpora sekaligus pakar telematika, Roy Suryo, kembali menjadi sorotan setelah menyatakan akan melaporkan penyidik Bareskrim Polri yang menangani aduannya soal dugaan ijazah palsu Jokowi.

Roy menuding proses penyelidikan tidak transparan dan menyebut dokumen yang ditampilkan justru menambah kecurigaan

“Yang ditampilkan itu fotokopi digital, discan, terlipat pula. Jadi ya… jelek banget,” ujar Roy dalam acara On Point with Adisty, Kompas TV, Jumat (23/5/2025).

Roy juga meminta gelar perkara dilakukan secara terbuka, dan melibatkan pakar independen demi menghindari kesan “sembunyi-sembunyi”.

Tanggapan dari Jokowi tak kalah menarik. Saat ditemui di Solo, ia dengan nada heran bertanya:

“UGM nggak dipercaya, Bareskrim nggak dipercaya, KPU pun nggak dipercaya. Lah, yang mau dipercaya siapa?”

BACA JUGA:
Kronologi Penikaman Nus Kei di Bandara Karel Sadsuitubun

Dengan ekspresi datar, Jokowi bahkan menyindir balik sikap skeptis Roy:

“Kalau semua lembaga dianggap tidak layak dipercaya, jangan tinggal di Indonesia.”

Joman Turun Gunung: “Kalau Nggak Percaya Aparat, Silakan Pergi”

Tak tinggal diam, Wakil Ketua Jokowi Mania (Joman), Andi Azwan, langsung merespons keras pernyataan Roy Suryo. Dalam tayangan Apa Kabar Indonesia Malam, tvOne (30/5/2025), Andi mengatakan:

“Kalau kita nggak percaya pada aparat hukum sendiri, ya jangan tinggal di Indonesia. Gitu aja kok repot.”

Andi menilai Roy Suryo seolah ingin memaksakan Bareskrim memihak kepadanya, padahal urusan gelar perkara terbuka adalah kewenangan penuh kepolisian.

“Silakan minta, tapi dipenuhi atau tidak itu tergantung Bareskrim. Bukan hak Roy untuk memaksa.”

Baca Juga: Ahli Forensik Digital Rismon Sianipar: “Kenapa Harus Percaya 100 Persen ke UGM Soal Ijazah Jokowi?”

Andi juga menyoroti narasi Roy yang mengaku mewakili publik untuk mencari kebenaran. Tapi menurut Andi, fakta di lapangan justru berbanding terbalik.

BACA JUGA:
Kasus Pembunuhan Nus Kei: Dua Tersangka Terancam Hukuman Mati

“Survei Indikator bilang 66,9 persen rakyat percaya ijazah Jokowi asli. Jadi di mana Roy Suryo bisa klaim dirinya mewakili publik?”

Tak hanya itu, Andi juga mempertanyakan motif sebenarnya dari kelompok Roy Suryo yang terus menggulirkan isu ijazah palsu ini:

“Sampai kapan ini selesai? Mereka selalu bersembunyi di balik kata ‘kebenaran’. Tapi kebenaran seperti apa yang mau mereka cari?”

Isu ijazah Jokowi memang bukan barang baru. Sejak 2019, berbagai tuduhan telah dilayangkan, mulai dari jalur hukum hingga uji publik. Namun hingga kini, tidak ada bukti yang mampu menjatuhkan keabsahan dokumen pendidikan orang nomor satu di Indonesia itu.

Dengan nada retoris, Andi menutup pernyataannya:

“Sudah dijelaskan secara saintifik pun masih dicurigai. Jadi sebenarnya mereka mau apa sih?”[]

TERKAIT LAINNYA