KETIKKABAR.com – Dunia dikejutkan oleh temuan mencengangkan di kantong-kantong tepung bantuan yang dikirim ke Gaza oleh Gaza Humanitarian Foundation (GHF), lembaga bentukan Amerika Serikat dan Israel.
Kantor Media Pemerintah Gaza, Jumat (27/6/2025), mengungkap bahwa pil-pil narkotika jenis oxycodone tersembunyi di dalam bahan pangan yang dibagikan ke warga.
Obat penghilang rasa sakit kuat yang seharusnya hanya diberikan dengan resep dokter itu dikenal dapat menimbulkan efek serius: gangguan pernapasan, halusinasi, hingga kecanduan akut.
“Ada kemungkinan pil-pil ini sengaja digiling atau dilarutkan di dalam tepung itu sendiri, yang merupakan serangan langsung terhadap kesehatan masyarakat,” tulis pernyataan resmi yang dikutip Anadolu Agency.
Baca juga: Tepung dan Darah: 80 Warga Gaza Gugur Saat Antre Bantuan
Pemerintah Gaza menuding keras Israel sebagai dalang di balik insiden ini. Mereka menyebutnya sebagai bagian dari strategi “perang kotor” untuk menghancurkan masyarakat Palestina dari dalam.
“Ini adalah kejahatan keji. Sebuah genosida senyap yang menjadikan obat-obatan sebagai senjata lunak,” kata pihak Kantor Media Pemerintah Gaza.
Postingan media sosial warga Gaza pun memperkuat tudingan itu. Beberapa video dan foto menunjukkan pil-pil putih tersebar di antara butiran tepung bantuan.
Apoteker Palestina, Omar Hamad, menyebutnya sebagai “bentuk genosida paling tercela.” Sementara dokter Khalil Mazen Abu Nada menyebutnya sebagai “alat untuk melenyapkan kesadaran sosial kami.”
GHF hingga saat ini belum memberi klarifikasi.
Di tengah kontroversi ini, Israel diketahui membangun empat titik distribusi bantuan di wilayah Gaza selatan dan tengah.
Langkah ini dituding sebagai taktik untuk memaksa perpindahan paksa warga dari Gaza utara dan meminggirkan jalur distribusi bantuan PBB yang selama ini dikawal lembaga internasional.
Masyarakat internasional dan PBB mengecam keras langkah ini, menyebutnya sebagai bentuk penghindaran Israel terhadap mekanisme distribusi kemanusiaan yang adil.
Tragisnya, sejak 27 Mei 2025, lebih dari 549 warga Palestina tewas dan 4.000 lainnya terluka akibat serangan di sekitar lokasi distribusi bantuan dan truk makanan PBB, menurut data Kementerian Kesehatan Gaza.[]











