Hukum

Viral! Wakidi, yang Diduga Calo Bus di Tirtonadi, Diduga Berubah Nama Menjadi Mulyono, Teman Dekat Presiden Jokowi?

KETIKKABAR.com – Mencari jejak Wakidi, yang diduga sebagai calo tiket bus di Terminal Tirtonadi Solo, menjadi perbincangan ramai karena kini dinamakan Mulyono, teman kuliah Presiden Joko Widodo (Jokowi) dari Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM).

Isu tentang Mulyono, sahabat kuliah Jokowi di UGM, yang disebut pernah menjadi calo tiket di Terminal Tirtonadi Solo, tengah ramai dibicarakan.

Namun, setelah melakukan penelusuran, tidak ada bukti yang mendukung klaim tersebut.

Pernyataan tentang keterlibatan Mulyono sebagai calo pertama kali muncul dari pengacara asal Solo, M. Taufiq, melalui kanal YouTube Muhammad Taufiq & Partners Law Firm, pada hari Minggu (27/7/2025).

Dalam video tersebut, Taufiq menyebutkan ada seseorang bernama Wakidi yang diduga sebagai calo tiket di Terminal Tirtonadi.

“Setelah saya terlibat investigasi dan menghubungi pemimpin Terminal Tirtonadi, jadi terbukti nama yang bersangkutan adalah Wakidi, bukan Mulyono. Dia itu calo tiket,” ujar Taufiq, diiringi oleh rekannya, Andhika, seperti yang dikutip Tribun Solo.

Namun, saat  mencoba mengecek langsung di lapangan, hasilnya nihil. Sejumlah pekerja Terminal Tirtonadi, seperti agen bus, porter, tukang ojek, dan pedagang, tidak mengenal sosok Wakidi atau Mulyono, termasuk setelah diperlihatkan gambar yang disebutkan.

Umar Sahid (70), seorang agen bus senior di Terminal Tirtonadi, mengaku tidak pernah melihat Mulyono atau Wakidi di lingkungan terminal.

“Belum pernah melihat, nggak kenal,” ucapnya saat ditemui di area agen PO Bus Gunung Mulia.

BACA JUGA:
Nenek 63 Tahun Nekat Jadi Kurir Sabu! Tertangkap Basah Bawa 2 Kg Narkoba di Bandara Silangit

“Kalau agen-agen itu terdaftar, nama-namanya sudah kenal semua. Tapi kalau Wakidi itu, saya belum tahu,” tambahnya.

Sahid menegaskan bahwa praktik calo tiket di terminal sudah lama diberantas oleh pengelola terminal.

“Dulu memang ada yang nggak pakai seragam, tapi ya nggak tahu nama-namanya. Kira-kira tahun 1983–1984-an,” katanya.

“Kalau sekarang sudah nggak ada, udah lama disingkirin semua,” tambahnya.

Hal serupa juga disampaikan oleh Sambungan Tampubolon (65), agen bus lainnya di Terminal Tirtonadi. Ia tidak pernah kenal Mulyono atau Wakidi.

“Ga pernah, ga pernah itu. Cuma ngaku dia kerja di Terminal,” ujarnya.

“Pak Taufiq juga pernah ke sini. Tapi memang orang yang dimaksud tidak ada,” lanjutnya.

Sambungan menegaskan bahwa pengelola Terminal Tirtonadi sudah lama menertibkan calo.

“Di sini sudah ga ada calo, positif. Sudah lama, di sini ada organisasi dan komunitasnya,” jelasnya.

Sebagai informasi, penertiban calo tiket bus ilegal di Terminal Tipe A Tirtonadi sudah dilakukan sejak tahun 2018. Saat ini, seluruh pekerja terminal tergabung dalam berbagai kelompok, seperti paguyuban agen bus, porter, pedagang, ojek, hingga taksi.

Semua orang dilengkapi kartu identitas resmi yang diperbarui setiap tahun, sebagai bagian dari sistem pengawasan dan profesionalisme. Dengan sistem yang tertib ini, dapat dipastikan calo ilegal di Terminal Tirtonadi sudah tidak ada lagi.

BACA JUGA:
Bareskrim Polri Bongkar Pencucian Uang Jaringan Narkoba 'The Doctor', Perputaran Dana Tembus Rp124 Miliar

Nama Mulyono menarik perhatian dalam acara peringatan 45 tahun angkatan 1980 Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM), di Aula Integrated Forest Farming Learning Center, Sleman, DI Yogyakarta, pada hari Sabtu (26/7/2025).

Presiden ketujuh RI, Joko Widodo, bertemu dengan salah satu peserta reuni bernama Mulyono. Nama itu langsung menyebabkan tawa dari para peserta karena merupakan nama kecil Jokowi dulu.

Menanggapi sindiran tentang “Mulyono”, Jokowi yang merupakan alumni Fakultas Kehutanan UGM hanya tersenyum dan menjawab dengan lemah lembut.

Mulyono sendiri mengaku berasal dari Sukoharjo, Jawa Tengah. Ia mengatakan bahwa dirinya satu kampus dengan Jokowi.

“Yang jelas nama saya Mulyono, kalau Pak Jokowi saya tahunya Pak Joko Widodo. Pernah sama-sama kuliah, satu kampus, ngobrol gitu,” kata Mulyono saat ditemui wartawan di tengah acara.

Ia menyebutkan bahwa ia masuk UGM tahun 1980 dan lulus tahun 1987. Ia mengatakan bahwa Jokowi lulus lebih cepat karena nilai mata kuliah Jokowi lebih baik daripada miliknya. Sehingga, Jokowi bisa lulus dua tahun lebih dulu darinya.

Wawancara Mulyono bersama wartawan viral setelah ia menyebut di masa kuliahnya, tidak ada jurusan di Fakultas Kehutanan UGM.

“Waktu itu tidak ada jurusan. Kalau saya skripsi ambil manajemen ekonomi,” kata Mulyono.[]

Herzaky: Tuduhan Kaitkan Demokrat dengan Roy Suryo Terkait Ijazah Jokowi adalah Fitnah

TERKAIT LAINNYA